USIA 30 TAHUN: SURPRISE! SURPRISE!

0
6
Share this on

What happen when you are 30 years old? Dulu aku sering sekali membicarakan ini dengan temank-temanku. Tepatnya sih bukan apa yang akan terjadi ketika kita berumur 30 tahun, melainkan “apa yang akan terjadi ketika kita dewasa nanti?” (baca: tua). Sebenarnya umur 30 menurutku pribadi belum bisa dibilang tua, tapi beberapa orang rese lebih memilih kata itu untuk melabeli kita. Urrggg I hate that. Banyak hal yang berubah ketika kita berumur 30, banyak hal yang terjadi yang dulunya aku sendiri nggak terpikir tentang itu. Tapi dalam artikel kali ini, aku akan membahas sisi positifnya (negatifnya nanti saja). Apa saja perubahan yang terjadi di umur 30? Go get your coffee and keep reading!

  • Minum Kopi

Let me start easy and small. Ini berdasarkan pengalaman pribadiku. Beberapa orang memang mungkin penyuka kopi sejak awal. Banyak malah. Tapi untuk kasusku pribadi, dulu aku sama sekali anti kopi. Aku cuma minum air putih, teh, atau jus. Saat kumpul dengan teman-teman atau rekan kerja, biasanya aku akan pesan teh atau jus. Sekarang? Well well.. I order coffee. Kenapa? I have no idea. Entah bagaimana minum teh terasa tidak cukup memuaskan lagi. Irrelevant I know, tapi rasanya seperti itu. Rasanya tidak cukup “dewasa” atau itu setidaknya yang mungkin sinyal yang dikirim oleh sel-sel tubuh ke otakku.

www.ladyjosman.com
  • Less Friends, Smaller Circle

Mungkin kamu juga mengalami ini, tenang kamu nggak sendirian. Seiiring kita menjadi dewasa, or in this particular case, berumur 30 tahun, aku menyadari circle aku semakin kecil. Semakin sedikit orang dalam kehidupanku. Kita semua hidup dengan prioritas masing-masing. Kadang kita akan bertemu dengan teman-teman atau keluarga dekat kita, teman kerja, atau relasi bisnis. But that’s it. We keep them at that.

Dulu ketika masih umur 20an, kita mungkin sering membuat acara jalan-jalan dengan teman-teman. Atau sekedar kumpul-kumpul dan ngobrol. Sekarang setelah berumur 30, hal itu jauuuuuuuh banget berkurang. Less friends, less party, less drama. Pergi jalan-jalan lebih sering kita lakukan sendiri atau hanya dengan orang-orang terdekat saja (pacar, suami, istri). Ke kafe sendirian, minum kopi, main laptop atau baca buku.

  • Becoming an Observer

Be it in real life, atau dalam kehidupan maya di sosial media, kita cenderung hanya menjadi observer. Lebih sedikit berinteraksi. Log in ke Facebook, Instagram, Twitter, etc, ke sana hanya untuk baca-baca informasi dan lihat postingan orang. Ini nggak selalu sama untuk semua orang. Beberapa orang mungkin saja aktif di medsos, tapi ketika berumur 30, kamu mungkin salah satu yang mengalami kecenderungan hanya sebagai observer saja. We don’t share our personal life stories on social media as much as we did when we were younger.

  • We Forgive More

Be it in real life, atau dalam kehidupan maya di sosial media, kita cenderung hanya menjadi observer. Lebih sedikit berinteraksi. Log in ke Facebook, Instagram, Twitter, etc, ke sana hanya untuk baca-baca informasi dan lihat postingan orang. Ini nggak selalu sama untuk semua orang. Beberapa orang mungkin saja aktif di medsos, tapi ketika berumur 30, kamu mungkin salah satu yang mengalami kecenderungan hanya sebagai observer saja.

Suddenly we become more mature. Ini hal yang paling aku rasakan. Setelah berumur 30, kamu akan merasa lebih dewasa dari sebelumnya. Kamu menyadari bahwa tidak ada yang sempurna, cerita, jalan hidup, manusia. Tidak ada yang sempurna. Dan di sini biasanya kita menjadi lebih relalistis dan mampu memaafkan. Sebelum menjudge dan menyalahkan orang atau sebuah keadaan, kita lebih mampu mengendalikan diri dan mengevaluasi setiap sisi sehingga akhirnya kita mampu membuat langkah yang lebih baik ke depannya.

Ketika seseorang, atau kita sendiri, melakukan kesalahan, kita tidak lagi begitu antusias untuk menyalahkan. Kita menarik nafas, mencari solusi, memaafkan. Di tahap ini diskusi sehat lebih banyak terjadi ketimbang argumentasi tidak terkontrol. Yet again, we are only human. Kesalahan mungkin masih akan terjadi setelah itu, but you know what, we forgive! We let go.

  • We Appreciate Honesty

Duh mulai deh. Tapi ini benar dan penting, menjadi dewasa membuat kita menyadari bahwa kejujuran itu sangat penting. Kita lebih jujur dengan diri sendiri, jujur pada orang lain, dan sangat menghargai kejujuran seseorang pada kita. Sugar coating talk dulunya mungkin lebih kita sukai, tapi sekarang kita lebih menghargai kejujuran, mendengar apa yang harus kita dengar.

You are the prettiest when you are happy!
www.ladyjosman.com

People, some bad people, di luar sana mungkin akan mencoba untuk memanipulasi kita untuk kepentingan mereka. Seiring usia kita mulai bisa membaca itu, dan adjust bagaimana harus menghadapi keadaan tersebut. Mengetahui bahwa hubungan manusia umumnya berlandaskan asas manfaat (it’s true), atau mungkin dengan lebih positif bisa kita anggap bahwa suatu hubungan biasanya diharapkan untuk menjadi hubungan mutualisme, kita juga akan menemukan bahwa tidak semua hubungan berjalan seperti itu. Some times, more often than you expect, it is toxic. Dan di umur 30 kita lebih mudah megenali itu, dan kita tau harus bagaimana. We don’t let the drama and negativity win the battle.

  • We Collect Experience

Ketika kita mencapai usia 30, kita cenderung lebih menghargai pengalaman, kenangan, dan pengetahuan baru. Dengan uang lebih yang kita punya, kita cenderung menggunakannya untuk membeli buku atau jalan-jalan ke tempat baru. And the most important part is, we tend to do it alone. (kecuali kita punya pasangan yang mungkin ingin juga ambil bagian dalam membuat kenangan bersama-sama).

Photo by Priscilla Du Preez on Unsplash
Usia 30 Tahun
Memory stays
www.ladyjosman.com

Kita tidak lagi bersemangat untuk ke mall dan menghabiskan uang untuk beli baju baru, make up, sepatu, atau hanya nongkrong di kafe. Bukan berarti kita tidak melakukan itu sama sekali. But we tend to spend our money on travel when we are 30.

Nah itu adalah beberapa hal yang biasanya terjadi ketika kita berusia 30 tahun. Masih banyak lagi tentunya. And when I come with some more, I will share them with you on the next post.

Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu mengalami hal yang sama?

Share pengalaman kamu ya. Stay ha

Share this on

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of