BAHAYA PARABEN PADA KOSMETIK

BAHAYA PARABEN PADA KOSMETIK

Share this on

Main topic: Bahaya Paraben pada Kosmetik

BAHAYA PARABEN PADA KOSMETIK

Memilih Skincare yang tepat

When it comes to buying skincare or other beauty products, ingredients list is usually what we pay attention to at first. Pemahaman mengenai bahan-bahan yang terdapat dalam produk kecantikan yang kita gunakan tentu sangat penting. Salah satu komposisi yang tentu tidak asing adalah paraben. It is almost everywhere. Not literally, but you get it. Paraben ini terdapat di banyak produk personal care seperti shower gel, deodorant, krim kecantikan, lotion, dan lain-lain. Paraben ini sudah banyak banget menerima kritikan baik dari medis maupun beauty enthusiast. Udah masuk X list. Banyak terdapat pro kontra di luar sana, banyak mitos, banyak opini.

Paraben apa sih? Kegunaannya apa? Is paraben bad for us? Keep reading to find out.

What is Paraben?

Bahaya Paraben pada Kosmetik

(Image source: PubChem)

Paraben atau dengan nama IUPAC yaitu methyl 4-hydroxybenzoate dengan sifat fisik hampir tidak berbau, berbentuk Kristal kecil tidak berwarna, atau dalam bentuk serbuk putih (1). Di dalam sebuah artikel yang diterbitkan oleh Elle, Michelle Scott-Lynch mengatakan bahwa paraben ini adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai pengawet. Pengawet paraben ini banyak ditemukan dalam produk-produk kecantikan, obat-obatan, bahkan terkadang makanan. Dan kalau kamu perhatikan senyawa derivative dari paraben ini bisa kamu temukan dalam bentuk butylparaben, methylparaben, dan propylparaben yaitu yang paling umum digunakan.

Is paraben bad?

Penggunaan paraben sudah dilakukan sejak tahun 1930an, dan paling banyak digunakan untuk produk kosmetik. Along the way, banyak penelitian sudah dilakukan untuk mengetahui apakah senyawa kimia ini menyebabkan gangguan kesehatan dan apakah akibatnya signifikan atau tidak. Paraben yang terdapat di dalam produk kosmetik bisa masuk dan diserap tubuh melalui kulit dan kemudian akan dikeluarkan bersama urin. The problem is, not all of them will go out of your body. ย Dan salah satu sifat paraben yang menjadi concern adalah paraben bisa bertindak seperti hormone wanita, yaitu estrogen. Namun hal ini memiliki kemungkinan yang sangat kecil karena sifat tersebut jauh lebih lemah dari natural hormone manusia. Disebutkan pula bahwa berdasarkan penelitian-penelitian yang telah dilakukan, ย efek paraben terhadap reproduksi belum bisa disimpulkan dengan pasti (3).

Sebagai tambahan informasi, beberapa penelitian menunjukkan bahwa paraben dapat menyebabkan kanker payudara melalui penggunaan deodorant dan lotion yang mengandung paraben. Selain itu, percobaan terhadap tikus yang telah dilakukan menunjukkan reaksi iritasi mata ringan sampai sedang. Meskipun demikian, toksisitas dari paraben ini memang tidak serta merta bisa dilihat dalam waktu singkat, namun dalam penggunaan atau ekspos terhadap paraben dalam jangka panjang (2). Dan yang harus diingat adalah beberapa orang mungkin memiliki alergi terhadap paraben. Pay attention if you are one of those unlucky people.

Untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan terburuk yang dapat diakibatkan oleh penggunaan paraben, maka The European Union (EU) memberikan batasan aman untuk penggunaan paraben dalam produk-produk kecantikan, yaitu total dari setiap senyawa derivative paraben 0.8%. Review terhadap penelitian terbaru menunjukkan bahwa konsentrasi tersebut masih aman untuk molekul paraben yang lebih kecil seperti methyl dan ethyl paraben. Sedangkan untuk molekul paraben yang lebih panjang seperti propyl-paraben dan butylparaben, the Scientific Committee and Consumer Safety merekomendasikan penggunaan dibatasi 1.9 gram/kg produk (3).

Pada tahun 2011 sendiri Danish government sudah melarang penggunaan paraben pada personal care yang digunakan anak-anak di bawah usia 3 tahun.

Alternatif untuk Paraben

In term of personal care product, penggunaan paraben masih jadi primadona. Wajar saja, paraben ini bisa membuat baik produk dan kulit kita jadi jauh dari bakteri. Alternatif untuk paraben yang sudah ada (2) adalah formaldehyde. Namun tidak bisa dipastikan apakah senyawa ini ke depannya tidak akan emngalami nasib yang sama seperti paraben. Seperti yang disebutkan dalam sebuah artikel yang berkaitan dengan paraben-free product, bahkan produsen paraben-free product seperti Alain Menard dari Green Beaver Company masih tidak yakin akan bisa menemukan replacement untuk paraben ini (4). Disebutkan pula bahwa jika customer sendiri belum mau menyimpan personal care mereka di dalam kulkas, maka kemungkinan penggunaan paraben masih akan terus berlanjut. Atau konsumen bisa memilih menggunakan skincare alami.

Baca Juga: Tips Perawatan Kulit

So what do you think? Masih takut dengan paraben?

Share your thoughts on the comment section ya.

 

Stay healthy and beautiful.

Main topic:

Bahaya Paraben pada Kosmetik

 

Source of Information:

(1) PubChem

(2) Mark G. Kirchhof, MD, PhD., and Gillian C. de Gannes, MD, M.Sc., FRCPC. 2013. The Health Controversies of Parabens. Skin Therapy Letter: www.grimalt.net

(3) Europa

(4) BestHealthMag

Share this on

13
Leave a Reply

avatar
13 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
12 Comment authors
Lily KanayaRani OktaviaIgor WidjajaCarnellinwinda - www.dajourneys.com Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Kornelia Luciana
Guest

Artikel yang sangat menarik. Dari dulu masih penasaran sama keburukan paraben, harusnya memang setiap brand yang produknya mengandung paraben sudah memasukkan paraben sesuai rules ya. Tp kadang masih ada brand yg nakal ya dan kita sendiri gak tahu pasti kandungannya. Thanks artikelnya ๐Ÿ’ž #kbbvmember

Melissa Olivia
Guest

Efek paraben memang masih diperdebatkan, tapi selama masih dalam takaran wajar, paraben masih terbilang aman sih dibanding phenoxyethanol yg katanya berpotensi alergi lebih besar. #kbbvmember

Angelika w
Guest

Wah infonya bagus dan masih ngikutin info trntang paraben yg lain #kbbvmember

Xiao Vee
Guest

Thx for sharing sis, jd makin paham tentang paraben nih ๐Ÿ™‚

#kbbvmember

Fazirotul Firdaus
Guest

Dari dulu penasaran sama paraben, dan kebetulan skincare ku kebanyakan mengandung paraben karena sebagian besar skincare ku itu merk lokal. Tapi aku juga gak paranoid banget sih sama paraben. Asal gak berlebihan aja ngasihnya it’s okay, pasti yg bikin juga masukin parabennya sesuai takaran. Nice article kak #kbbvmember

Esy
Guest

buat yg suka pake produk lokal ini agak susah dihindari krn mayoritas produk indo masih hobi pake paraben

#kbbvmember

Luella Artistry
Guest

thanks for sharing! artikel nya usefull banget beb. #kbbvmember

Indira W
Guest

Aku sih sama sekali nggak masalah dengan paraben dalam kosmetik karena setahu aku juga kadarnya itu kecil banget. Terus kalau nggak pakai paraben expirednya bakalan sangat cepat ๐Ÿ™

winda - www.dajourneys.com
Guest

aku termasuk yang concern banget sama paraben, karena prinsipku memang jumlahnya sedikit, tapi kl produk yg kita pakai rata2 ada parabennya kan jumlahnya jadi banyak L( #kbbvmember

Carnellin
Guest

paraben yang bikin dilemma, tapi asli sih emang making banyak kimia paraben emang ga bagus #KBBVMember

Igor Widjaja
Guest

Sebisa mungkin menghindari produk – produk yang mengandung paraben walaupun sebenarnya pd produk2 tertentu kuantitasnya masih dalam jumlah batas wajar alias aman :

#kbbvmember

Rani Oktavia
Guest

Bagus artikelnya, membahas sisi science nya juga. Aku pribadi gak begitu masalah dengan penggunaan paraben karena udah yakin aja sih mereka pasti pakai sudah dalam batasannya hehe
#kbbvmember

Lily Kanaya
Guest

Lagi mencoba pake produk yang bebas paraben nih ๐Ÿ™‚

#kbbvmember

Back to Top